Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisiku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

Terbakar Aku

Dalam gelapnya sepi
Kulihat cahaya kecil menari
Kudatangi cahaya itu
Sekedar menghalau pilu
Ternyata cahaya itu api
Sangat indah walau panas menyengat
Semakin kudekati
Semakin kuat api itu menarikku
Hingga aku terjerembab
Dan terbakarlah aku

(26 Maret 2012)

Sabtu, 17 Maret 2012

Janji Pelangi



Desau sang bayu membisiki
Kan terlihat selarik pelangi
Di langit indah berseri

Kupastikan diri ini
Dapatkan tempat tertinggi
Tuk nikmati indahnya warna pelangi

Namun tiba-tiba sang bayu datang lagi
Menyampaikan pesan dari sang pelangi
Bahwa dia urung muncul di purnama ini

Dia kan datang satu purnama lagi
Saat semua warnanya utuh kembali
Dalam satu selendang harmoni

Wahai lazuardi biru
Jagalah pelangi itu
Dari jahilnya waktu

Banjarbaru, Medio Maret 2012 

Senin, 12 Maret 2012

Semoga Belum Terlambat


Hasrat menyelinap di relung hati
Pedih perih menyayat
Semakin erat hasrat itu memenuhi relung hati
Semakin sadar bahwa diri ini tiada memiliki

Dapat kunikmati indahnya mentari di ufuk timur
Kunikmati pula anggunnya lazuardi di ufuk barat
Namun tak satupun mereka milikku
Walau mereka ada dalam dekapanku

Tersadar diri ini
Betapa hasrat itu membuatku terhempas
Betapa selendang pelangi itu semu
Betapa semua itu fatamorgana

Kutemukan hakiki hasrat itu
Harusnya hanya menuju ke jalan yang satu
Jalan yang lurus yang tak pernah pudar
Oleh pendar-pendar fatamorgana

Setelah Badai Berlalu


Badai telah berlalu

Meninggalkan luka sembilu

Memerlukan waktu menyembuhkan luka itu

Namun harus tetap tegar melangkah maju


Selendang pelangi datang menyapa

Menawarkan berbagai warna yang mempesona

Namun aku tahu semua itu fatamorgana

Aku harus tetap tegar dengan yang satu


Terima kasih Allah yang hidupku di tangan-Mu

Yang selalu ingin diingat olehku

Melalui sapaan kecil maupun teguran-Mu

Maafkan aku yang terkadang lengah dalam mengingat-Mu

Ketika


Ketika yang benar menjadi salah

dan salah menjadi benar

garisannya tampak buram

pandangan tak lagi tajam

pikiran tak lagi jernih

semua nampak ruwet

semua menjadi semrawut



Ketika di atas jalan berkelok

perlu waktu untuk kembali

perlu pengertian untuk memahami

perlu kedewasaan untuk menerima



Kuharap kau tetap di sana

di jalan di mana kita bertemu

dan yakiniku

Setegar aku menunggumu

sekukuh aku meyakinimu

saat kau jatuh di lorong gelap berliku

Jumat, 10 Februari 2012

Edelweis

Bunga itu tumbuh liar diantara ilalang
Bunga itu tumbuh subur tersiram hujan dan dipupuk oleh alam
Bunga itu ada pemiliknya
Semoga pemiliknya sempat memindahkan bunga itu
di tempat yang semestinya ia berada
Di sela perjalannya menempuh waktu.

Banjarbaru, Februari 2012


(Gambar bunga edelweis diambil dari http://1.bp.blogspot.com/)

Minggu, 22 Januari 2012

Semangatku

Matahariku,
Tetap anggun kau di sana
Berhias cahaya kencana
Takkan sanggup ku merengkuhmu
Dari singgasana di angkasa
Namun aku butuh hangat sinarmu
Dalam melewati hari
Aku butuh cahayamu
Dalam meniti jalanku
Bersinarlah lagi esok hari
Kunantikan hangat sinarmu di sini

                               Banjarbaru, 23 Januari 2012

Sabtu, 24 Desember 2011

Bougenville I

Bougenvile itu...
Tumbuh layu
Warnanya kian kusam karena panas dan debu
Tak pernah tersirami air
Tak pernah di pupuk
Hanya cemoohan yang menyiraminya tiap hari
Cemooh tentang warna bougenvile itu
Cemooh tentang duri-duri di batang bougenvile itu
Cemooh tentang kering dan kotornya dedaunan bougenvile itu
Bougenvile itu kian layu dan pudar warnanya
Dedaunannya makin kering dan rontok
Tak ada pilihan baginya
Selain jalani hidup yang harus dia lalui
Sampai batas waktu yang tak pernah dia ketahui


14 Mei 2011

Rabu, 21 Desember 2011

Bougenville II


Bougenville,
Kutatap warna indahmu
Kuikuti liuk lekukmu
Kunikmati irama gelayutmu

Bougenville,
Kau miliki hangatnya surya
Kau punyai cahaya rembulan
Kau rengkuh mereka dalam irama gemulaimu

Bougenville,
Saat sang bayu menerpamu
Gemulaimu menggejolak
Liuk gelayutmu tak lagi seirama

Bougenville,
Kau tahu sang bayu yang menghembusmu
Kadang menyapamu dengan belaian lembutnya
Kadang menerpamu dengan amukan amarahnya

Bougenville,
Kuatlah!!
Kau tahu ini tak kan selamanya
Kau tahu semua ini akan berlalu

Sabtu, 17 Desember 2011

Kebekuan Hati



Sepenggal cerita pahit  tertinggal di memory
Sebuah duri terlalu dalam menancap di hati
Sedangkan maaf tiada pernah terucap
Sehingga gunung es itu semakin membeku

Teriknya sang surya tak mampu mencairkan
Cahaya mata dewa tak mampu menembus
Keras membeku…
Gelap gulita…
Dan selalu tersirami dengan lara dan sakit hati

Entah sampai kapan semua ini berakhir
Perlahan namun pasti
Semuanya akan menjadi beku dan mati
Yang tertinggal hanyalah guratan kebekuan