Selasa, 13 Maret 2012

Sempatkan Mendongeng untuk Perkembangan dan Kecerdasan Anak Kita


Orangtua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak. Karenanya hubungan kedekatan dengan orangtua akan menjadi pola sosialisasi anak usia dini. Namun sayangnya fakta menunjukkan bahwa anak banyak menghabiskan waktu dengan menonton televisi. Sementara banyak orangtua yang juga sibuk mencari nafkah.

Menurut Ketua Keluarga Peduli Pendidikan Yanti Sriyulianti, kebutuhan anak atas perhatian dan pengasuhan yang intensif dari orangtuanya tidak dapat ditunda. Hubungan antara anak dan orangtua mempunyai peran penting dalam menentukan pola perkembangan psikis, sosial, dan emosional di masa depan.
Untuk itu, diperlukan komitmen dan kesungguhan orangtua untuk meningkatkan kemampuan berkreasi dalam mengisi waktu berkualitas bersama anak-anak.

"Diantara banyak metode, mendongeng diyakini efektif bagi pendidikan anak usia dini. Menurut seorang pengarang dan ilustrator cerita anak terlaris versi New York Times Laura Numeroff, membacakan dongeng untuk anak selama 20 menit dapat meningkatkan kecerdasan anak dalam membaca dan menulis. 20 menit mendongeng setara dengan sekurang-kurangnya belajar 10 hari di sekolah," katanya.

Membacakan buku pada anak sebelum tidur mungkin sudah jarang dilakukan orangtua. Padahal ada banyak manfaat yang bisa diperoleh jika anak didongengkan cerita sebelum tidur.
“Manfaat yang bisa didapatkan anak-anak dari rutinitas mendongengkan cerita sebelum tidur tidak hanya untuk intelektualnya saja, tapi juga secara emosional,” ujar Dr Terri Apter, seorang psikolog sosial di University Cambridge, seperti dikutip dari HealthToday, Kamis (2/9/2010).

Mungkin sebagian orangtua, membacakan dongeng untuk anak sebelum tidur tidaklah terlalu penting. Padahal, disadari atau tidak, kebiasaan itu membuat anak Anda terbiasa membaca.
Seorang ahli mengatakan bahwa waktu untuk bercerita atau membacakan dongeng menjadi kunci pembangunan masa kanak-kanak. Meskipun saat ini orangtua berada dalam tekanan untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun ini adalah salah satu waktu paling santai antara orangtua dan anak.

Dongeng atau membaca buku cerita sebelum tidur tidak hanya bermanfaat bagi balita dan anak-anak, karena kaum remaja pun masih bisa mendapatkan manfaatnya.
Ini dia beberapa manfaat yang bisa didapatkan melalui kegiatan mendongeng sebelum tidur, yaitu:

1.       Membantu perkembangan bicara dan bahasa anak
Mengajarkan anak berbicara sudah bisa dimulai sejak awal kehamilan, karena orangtua yang mengajak anaknya berbicara akan direspons oleh otak anak dan berusaha untuk menyerap suara serta bahasa yang digunakan ibunya.
Jika kebiasaan mendongengkan anak sebelum tidur ini berlanjut, maka akan mendorong anak untuk berbicara dan mengembangkan kemampuan bahasanya. Cara ini merupakan salah satu teknik belajar yang menyenangkan bagi anak.

2.       Membantu menenangkan anak yang menangis
Membacakan dongeng sebelum tidur adalah salah satu cara penghilang stres yang efektif. Biasanya orangtua akan membacakan cerita dalam suasana santai dan nyaman, dramatisasi dengan membuat intonasi nada yang berbeda akan membuat anak tertarik untuk mendengarkan cerita. Lama kelamaan anak-anak akan merasa nyaman sehingga tingkat stresnya berkurang.

3.       Membantu meningkatkan IQ anak
Pada anak yang baru belajar membaca, mendongengkan buku cerita yang sama berulang-ulang bisa membantunya mengajarkan bahasa, meningkatkan memori dan mengembangkan imajinasi. Saat pertama kali mendengarkan cerita, anak tidak bisa menangkap semuanya. Tapi jika diulang-ulang, maka anak akan memperhatikan pola dan urutan dari cerita tersebut.
Orangtua harus memperhatikan jenis buku cerita yang akan didongengkan pada anak, misalnya tidak boleh membacakan cerita yang terlalu merangsang atau menakutkan bagi anak. Serta lakukan dengan cara yang positif dan menyenangkan agar bisa bermanfaat bagi anak.

4.       Membantu anak agar cinta dengan buku
Membacakan sebuah cerita sebelum anak tidur akan membuat anak mencintai buku dan menjadi senang membaca. Jika anak sudah cinta dengan buku, maka anak akan melihat buku sebagai teman yang menyenangkan seperti halnya mainan. Buku merupakan salah satu media aktif yang dapat menjaga kerja otak anak dan membantu anak menjadi lebih kreatif.

5.       Membantu mengembangkan keterampilan mendengarkan anak
Jika anak ingin memahami isi dari buku yang didongengkan, maka anak harus mendengarkan ceritanya. Karena itu anak akan menyiapkan pikirannya untuk menyerap kata-kata yang diucapkan orangtua dan menciptakan kata sendiri untuk memahaminya. Jadi anak akan mendengarkan dengan seksama dan berusaha menguasai keterampilan ini. Selain itu, cara ini juga membantu meningkatkan komunikasi yang baik antara orangtua dan anak.

6.       Membantu anak memiliki pola tidur yang sehat
Ketika anak-anak sudah terbiasa mendengarkan cerita sebelum tidur, maka ritual nyaman ini akan menjadi alarm bagi anak bahwa setelah itu adalah saatnya tidur. Kondisi ini akan membantu anak memiliki jam tidur dan bangun yang sama setiap harinya, karena itu dianjurkan untuk melakukan rutinitas ini pada jam yang sama sejak anak masih kecil. 

Nah, buat para bapak dan ibu yang masih mempunyai anak usia dini, mari kita luangkan waktu dari 24 jam milik kita untuk membacakan dongeng kepada buah hati kita tercinta.

SUMBER:
http://id.she.yahoo.com/mendongeng-untuk-anak-baik-untuk-perkembangannya-193000458.html

Senin, 12 Maret 2012

Semoga Belum Terlambat


Hasrat menyelinap di relung hati
Pedih perih menyayat
Semakin erat hasrat itu memenuhi relung hati
Semakin sadar bahwa diri ini tiada memiliki

Dapat kunikmati indahnya mentari di ufuk timur
Kunikmati pula anggunnya lazuardi di ufuk barat
Namun tak satupun mereka milikku
Walau mereka ada dalam dekapanku

Tersadar diri ini
Betapa hasrat itu membuatku terhempas
Betapa selendang pelangi itu semu
Betapa semua itu fatamorgana

Kutemukan hakiki hasrat itu
Harusnya hanya menuju ke jalan yang satu
Jalan yang lurus yang tak pernah pudar
Oleh pendar-pendar fatamorgana

Setelah Badai Berlalu


Badai telah berlalu

Meninggalkan luka sembilu

Memerlukan waktu menyembuhkan luka itu

Namun harus tetap tegar melangkah maju


Selendang pelangi datang menyapa

Menawarkan berbagai warna yang mempesona

Namun aku tahu semua itu fatamorgana

Aku harus tetap tegar dengan yang satu


Terima kasih Allah yang hidupku di tangan-Mu

Yang selalu ingin diingat olehku

Melalui sapaan kecil maupun teguran-Mu

Maafkan aku yang terkadang lengah dalam mengingat-Mu

Ketika


Ketika yang benar menjadi salah

dan salah menjadi benar

garisannya tampak buram

pandangan tak lagi tajam

pikiran tak lagi jernih

semua nampak ruwet

semua menjadi semrawut



Ketika di atas jalan berkelok

perlu waktu untuk kembali

perlu pengertian untuk memahami

perlu kedewasaan untuk menerima



Kuharap kau tetap di sana

di jalan di mana kita bertemu

dan yakiniku

Setegar aku menunggumu

sekukuh aku meyakinimu

saat kau jatuh di lorong gelap berliku

Sabtu, 10 Maret 2012

Kunjunganku ke Tresna Werdha (Panti Jompo)


Kunjungan saya ke panti jompo atau tresna werda yang ada di salah satu kota Banjarbaru ini adalah kunjungan dinas luar pertama saya untuk tahun ini.
Tujuan kami (saya dan rekan kerja atas nama instansi di mana saya bekerja) mendatangi panti tersebut adalah untuk memberikan pembelajaran baca tulis al-qur’an bagi para penghuni panti yang beragama islam dan belum bisa baca tulis al-qur’an.
Setelah acara seremonial, kami melanjutkan kunjungan kami berikutnya di bulan berikutnya, untuk memonitor kegiatan tersebut.
Sewaktu saya dan rekan kerja memasuki kawasan panti jompo ini menuju Langgar di mana kegiatan pembelajaran baca tulis Al-Qur’an bagi warga panti jompo ini, kami melewati jalan di mana kanan kiri jalan terdapat wisma yang seperti rumah kecil yang masing-masing rumah atau wisma tersebut terdiri dari beberapa kamar. Lingkungan komplek wisma tersebut sangat asri. Setiap wisma ada namanya yang ditempel di atas pintu wisma.
Ketika kami sampai di depan wisma kedua di deretan wisma-wisma tersebut, tiba-tiba bapak tua yang sedang duduk di depan wisma berdiri dan memberi  hormat kepada kami seolah kami adalah komandan atau atasannya. Kami membalas hormat bapak tua itu dengan tersenyum dan mengangguk. Tetapi bapak tua itu kelihatan marah dan mengomel dengan suara yang tidak jelas, jadi saya balas dengan mengangkat tangan membalas hormat bapak tua tersebut, tetap sambil tersenyum. Dalam hati saya berfikir mungkin bapak tua ini dulu adalah seorang pejuang yang hidup di masa penjajahan Jepang.
Dari 135 penghuni di panti tersebut, ada 28  orang dewasa yang belum bisa baca tulis al-qur’an. Dan dari 135 penghuni panti tersebut ada 10 orang yang mengalami gangguan jiwa, termasuk bapak tua yang memberi hormat kepada kami tadi.
Saya sangat kagum dengan semangat para peserta kegiatan pembelajaran ini yang notabene mereka adalah orang dewasa di usia senja namun masih mau belajar, sekaligus saya juga trenyuh dengan keadaan para penghuni panti jompo tersebut. Berulang kali terngiang pertanyaan di hati saya kemanakah anak atau sanak saudara mereka? Mengapa mereka menghabiskan sisa waktu hidupnya di panti jompo ini? Apa yang telah mereka lakukan di masa lalu sehingga mereka berada dip anti jompo ini? Bagaimana cara mereka mendidik putra-putri mereka sehingga mereka ada di panti ini? Bagaimana hubungan mereka dengan saudara-saudara mereka? Dan banyak lagi pertanyaan yang menyeruak di pikiran saya.
Karena waktu kami sedikit maka saya hanya sempat bertanya kepada tutor yang mengajar di panti tersebut. Padahal saya ingin mengobrol dengan salah satu atau beberapa bapak dan ibu yang usianya sudah lanjut yang menjadi peserta dalam pembelajaran baca tulis Qur’an tersebut.
Kata tutor tersebut bahwa mereka bisa ada di panti tersebut kebanyakan “dikirim’ oleh sanak saudara mereka. Kebanyakan dari mereka adalah dari luar kota Banjarbaru, dan kebanyakan mereka sebenarnya termasuk orang yang mampu. Terkadang mereka dikunjungi pihak keluarga sebulan sekali.
Saya masih belum puas dengan informasi yang saya dapat. Tetapi karena keterbatasan waktu jadi terpaksa saya harus menyimpan semua pertanyaan saya untuk bulan berikutnya, mudah-mudahan lebih banyak waktu yang saya punyai dari bulan kemarin.
Namun satu hal yang saya dapat dari kunjungan saya ini adalah betapa pentingnya keluarga, betapa pentingnya menjaga keutuhan keluarga, komunikasi, rasa sayang dan saling mengasihi ,  menanamkan sifat-sifat kasih sayang, perduli dan empati kepada anak-anak kami, juga pada diri pribadi saya dan suami.


Banjarbaru, awal Maret 2012. (Foto diatas adalah salah satu foto kegiatan pembelajaran baca tulis Qur'an di panti jompo yang saya kunjungi)

Jumat, 10 Februari 2012

Edelweis

Bunga itu tumbuh liar diantara ilalang
Bunga itu tumbuh subur tersiram hujan dan dipupuk oleh alam
Bunga itu ada pemiliknya
Semoga pemiliknya sempat memindahkan bunga itu
di tempat yang semestinya ia berada
Di sela perjalannya menempuh waktu.

Banjarbaru, Februari 2012


(Gambar bunga edelweis diambil dari http://1.bp.blogspot.com/)

Minggu, 22 Januari 2012

Semangatku

Matahariku,
Tetap anggun kau di sana
Berhias cahaya kencana
Takkan sanggup ku merengkuhmu
Dari singgasana di angkasa
Namun aku butuh hangat sinarmu
Dalam melewati hari
Aku butuh cahayamu
Dalam meniti jalanku
Bersinarlah lagi esok hari
Kunantikan hangat sinarmu di sini

                               Banjarbaru, 23 Januari 2012